Monday, January 16, 2017
Cara Budidaya Kroto Semut Rangrang
Cara Budidaya Kroto Semut Rangrang
Cara Budidaya Kroto semut rangrang - Bagi para pecinta burung berkicau istilah kroto sudah tidak asing lagi ya karena kroto adalah makanan terbaik bagi burung , untuk harganya dipasaran sendiri lumayan mahal yaitu bisa mencapai Rp50.000,- perKg , harganya yang mahal dikarenakan untuk mendapatkan kroto sangatlah sulit .
Kroto sendiri adalah anak dari semut rangrang ,Semut rangrang banyak kita jumpai pada batang tanaman terutama yang berukuran besar. Kadang tidak terpikirkan oleh kita bahwa banyak manfaat yang didapatkan dari semut rangrang, bahkan bisa menjadi sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Semut rangrang merupakan predator alami dari ulat bulu. Seperti yang kita ketahui, ulat bulu adalah hama yang merugikan tanaman, terlebih saat kasus wabah ulat bulu beberapa waktu yang lalu. Perkembangbiakan semut rangrang dapat membantu menekan pertumbuhan ulat bulu sebagai hama tanaman.
![]() |
Cara Budidaya Kroto Semut Rangrang
Langkah awal Cara Budidaya Kroto Semut Rangrang dimulai dengan mencari sarang ratu semut rangrang penghasil kroto, ratu semut adalah yang berukuran paling besar. Tahap pertama ini memerlukan ketekunan karena diperlukan kerja keras untuk menemukan sang ratu. Setelah ditemukan, potong cabang tempat semut bersarang dan kita letakkan ke pohon inang baru. Agar lebih meningkatkan produksi kroto, berikan bangkai serangga, tulang atau sisa makanan berdaging lainnya dan cairan manis. Semut rangrang dapat menghasilkan hingga 1 kg kroto dalam 10 hari. Dalam satu pohon bisa terdapat lebih dari satu sarang semut rangrang penghasil kroto, yang terdiri atas sarang pusat, sarang telur, dan sarang satelit. Sarang pusat biasanya terletak di tajuk pohon yang di sana merupakan tempat berdiam ratu semut.
Prospek peluang usaha budidaya kroto ini terbilang besar, mengingat permintaan pasar semakin meningkat seiring bertambahnya para pecinta burung. Sedangkan kelangkaan sering terjadi akibatnya minimnya peternak yang menggeluti usaha ini. Secara ekonomi bisnis ini berpeluang untuk dikembangkan ke arah komersil. Namun setiap usaha memerlukan ketekunan dan kerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Available link for download
Monday, December 12, 2016
Cara Budidaya Buah Pisang Kepok
Cara Budidaya Buah Pisang Kepok

Pemilihan lokasi spesifikasi tanah dan agroklimat yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal tanaman pisang, pemilihan lahan yang bebas dari penyakit layu pisang/lahan endrmis, subur dengan lapisan top soil tanah yang cukup tebal, tanah bertekstur pasir, tanah aluvial dan banyak mengandung humus. Curah hujan berkisar 1500-3800 mm/tahun, kelembapan udara antara 80-88% dan temperatur 22,8°C-32,4°C dengan intensitas penyinaran cahaya 40 - 58 lux, untuk PH tanah sendiri berkisar antara 4,5 - 6,5 dan kemiringan tanah maksimal 35%.

Waktu tanam terbaik untuk Pisang Kepok adalah awal musim hujan sampai tiga bulan sesudahnya. Untuk tiap daerah berbeda beda untuk musim hujannya, sebaiknya meminta bantuan kantor meteorologi daerah setempat untuk dapat menentukan awal musim hujan atau disebut bulan basah.

Bersihkan lahan dari benda benda dan ranting yang akan menggangu sistem perakaran tanaman maupun menghambat penyerapan unsur makanan, buang sisa sisa tumbuhan, daun daun dan ranting bekas pemangkasan yang dapat menjadi sumber penularan hama dan masukan kedalam lubang yang cukup dalam berukuran 2X2X2 m.
Penyiapan saluran air atau parit kebun yang bebas dari rumput, sampah dedaunan serta kayu yang menyumbat ini digunakan untuk drainase yang baik.
Penentuan Jarak Tanam dan Penganjiran
Dalam proses ini dimaksudkan untuk memperoleh posisi tanam sehingga diperoleh populasi tanaman sesuai dengan standar yang ditetapkan dengan menggunakan ajir. Terciptanya jarak tanam yang optimum bagi tumbuhan tanaman pisang kepok.
Penyediaan Benih Untuk Pisang Kepok
Menyediakan benih yang berpotensi produksi dan kualitasnya tinggi, terjamin kemurnian (jenis varietas), memiliki peluang pasar yang jelas, sehat/bebas dari hama penyakit, serta dalam jumlah yang cukup banyak.
Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang sesuai dengan ukuran yang ditetapkan, lubang dibuat dengan ukuran: Panjang = 50 cm, lebar = 50 cm, dalam 50 cm. Lubang dibuat dengan berukuran tersebut dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan akar.
Penanaman
Pada proses penanaman ini yaitu proses meletakan benih pada lubang tanaman yang sudah dipersiapkan, sebelum mulai menanan sebaiknya seluruh peralatan dicuci terlebih dahulu untuk menghindari penularan penyakit menggunakan diinfektan (chorox) campurkan Trichoderma sp. Dengan pupuk kandang/kompos dan sebagian tanah kemudian dimasukan ke lubang tanam. Keluarkan benih pisang namun sebelum ditanam benih dicelupkan kedalam larutan 100 g Trichoderma sp., 10 liter air dan urea 10 g selama 15 menit. Bibit ditanam sampai sebatas 5 10 cm diatas pangkal batang. Penutupan lubang tanam, tanah bagian atas (top soil) dimasukan terlebih dahulu baru disusul dengan tanah bagian bawah (sub soil). Penutupan lubang tanam dilakukan setelah 2 minggu lubang tanaman dibiarkan terbuka dan setelah 2 minggu padatkan tanah agar tanaman dapat berdiri kokoh.
Pengairan
Mengatur ketersediaan air sesuai dengan kebutuhan tanaman dan fase pertumbuhan bagi perkembangan dan pertumbuhan tanaman yang optimal.
Penjarangan Anakan Pisang Kepok
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengatur jumlah pohon/anakan dalam satu rumpun agar tanaman induk dapat tumbuh dan berkembang serta berproduksi secara optimal
Kriteria anakan yang dipilih antara lain :
Umur 4-6 bulan ( setelah anakan tumbuh
Tinggi antara 20-40 cm.
Pertumbuhan kuncup daun baik.
Pilih anakannya yang tumbuh disebelah luar dari pohon induk pada arah yang sama.
Penjarangan dilakukan setelah pohon induk berumur 30 minggu menyisakan dalam satu rumpun sebanyak 2-3 anakan. Anakan yang dipilih adalah anakan yang berasal dari pohon induk dengan umur berbeda (berselang 2-3 bulan). Cara mematikan anakan dilakukan dengan : potong anakan sebatas 20 cm dari tanah, congkel bagian tengah batang lalu tuangkan 2-3 ml (½ sendok teh) minyak tanah.
Sanitasi Lahan
Kegiatan membuang/mencabut dan mematikan Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman, menjaga kebersihan kebun dari gulma dan bagian tanaman yang sakit bertujuan untuk mengurangi kompetisi hara antara tumbuhan dengan tanaman penganggu (gulma) dan mengurangi sumber infeksi hama dan penyakit.
Pemupukan dan Pembubunan
Pemumpukan bertujuan untuk memenuhi unsur hara tanaman dan perakaran bisa berkembang lebih baik.
Berikut prosedur pelaksanaan pemupukan :
Pemupukan I dilakukan satu bulan setelah penanaman dengan pupuk kandang 10 kg/lubang dan pupuk anorganik (Urea = 50g, SP-36 = 30g).
Pemupukan ke II dan III dilakukan dua dan tiga bulan setelah penanaman dengan pupuk anorganik (Urea= 50g, SP-36= 30g dan KCI = 40g)
Pemupukan ke IV, berikan campuran pupuk kandang/kompos susulan 10 kg dan 500g Trichoderma sp. Per rumpun serta urea = 100g, KCL=100g
Pemberian pupuk dilakukan dengan membuat parit sekeliling rumpun dengan jarak 50 cm dari pohon yang dilanjutkan dengan tanah bumbunan.
Pembrongosan
Membungkus buah sehingga diperoleh buah dengan permukaan kulit yang mulus dan mencegah serangan hama/penyakit pada buah.
Pemotongan Jantung Pisang
Pemotongan jantung pisang ini bertujuan untuk menoptimalkan penyerapan unsur hara oleh bakal buah dan mencegah penyakit layu darah.
Penyanggahan
Kegiatan menyangga pohon pisang agar tidak rebah karena beratnya buah dan gangguan fisik lain (dalam hal ini bergantung dengan varietas dan besarnya tandan).
Pengaturan Jumlah Daun
Memotong daun untuk menjaga ukuran dan penampakan buah, untuk menghasilkan buah dengan ukuran sesuai standar dan menghindari buah pecah. Sebelum memotong tinggalkan (6 8 daun) dan untuk daun yang telah tua atau menguning lalu potong daun dengan membentuk sudut 45 ° dan potong bagian batang yang menjuntai sehingga batang nampak bersih. Setelah itu kumpulkan daun yang dipotong lalu dibakar agar terhindar dari penyakit.
Penentuan Saat Panen.
Mengamati kondisi fisik dan fisiologis buah untuk menentukan waktu panen karna sangat bergantung jarak dari pasar untuk pasar lokal tingkat kematangannya sekitar 90% sedangkan untuk pasar antar pulau sekitar 80 %
Panen

Perlakuan Lepas Panen
Penyimpanan sementara di rumah panen dengan fasilitas penggantungan pisang tujuannya untuk menjaga mutu tetap baik, terhindar dari noda getah dan kerusakan karena gesekan antar tandan. Terhindar dari panas dan hujan dan juga jaga suhu rumah panen ( jangan terlalu lembab ) / cukup ventelasi
disarikan dari http://edolaksono.blogspot.com/
Available link for download
Saturday, October 29, 2016
Cara Budidaya Udang Vannamei Dengan Pola Traditional Plus
Cara Budidaya Udang Vannamei Dengan Pola Traditional Plus

Bahkan dengan pola tradisional petambak dapat menghasilkan ukuran panen yang lebih besar sehingga harga per kilo gramnya menjadi lebih mahal.Teknologi yang tersedia saat ini masih untuk pola intensif dan semiintensif, pada hal luas areal pertambakan di indonesia yang mencapai sekitar 360.000 ha, 80% digarap oleh petambak yang kurang mampu. Informasi teknologi pola tradisional plus untuk budi daya udang vannamei sampai saat ini masih sangat terbatas. Diharapkan dengan adanya brosur ini dapat menambah wawasan pengguna dalam mengembangkanbudi daya udang vannamei pola tradisional plus.
PERSIAPAN TAMBAK
1. Pengeringan/pengolahan tanah dasar
Air dalam tambak dibuang, ikan-ikan liar diberantas dengan saponin, genangaan air yang masih tersisa dibeberapa tempat harus di pompa keluar. Selanjutnya yambak dikeringkan sampai retak-retak kalau perlu di balik dangan cara ditraktor sehingga H²S menghilang karena teroksidasi. Pengeringan secara sempurna juga dapat membunuh bakteri patogen yang yang ada di pelataran tambak.
2. Pemberantasan hama
Pemberantasan ikan-ikan dengan sapion 15-20ppm (7,5-10kg/ha) dengan tinggi air tembak 5cm
3. Pengapungan dan pemupukan
Untuk menunjang berbaikan kualitas tanah dan air dilakukan pemberian kapur bakar (CaO), 1000 kg/ha, dan kapur pertanian sebanyak 320 kg/ha. selanjutnya masukkan air ketambak sehingga tambak menjadi macak-macak kemudian dilakukan pemupukan dengan pupuk urea (150 kg/ha), pupuk kandang (2000 kg/ha).
4. Pengisian air
Pengisian air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak telah rampung dan air dimasukkan ke dalam tambak secara bertahap. Ketinggian air tersebut dibiarkan dalam tambak selama 2-3 minggu sampai kondisi air betul-betul siap ditebari benih udang. tinggi air di petak pembesaran diupayakan ?1,0m.
PENEBARAN
Penebaran benur udang vannamei dilakukan setelah plangton tumbuh baik (7-10 hari) sesudah penumpukan. Benur vanname yang digunakan adalah PL 10 PL 12 berat awal 0,001g/ekor diperoleh dari hatchery yang telah mendapatkan rekomendasi bebas patogen, Spesific Pathogen Free (SPF). Kreteria benur vannamei yang baik adalah mencapai ukuran PL 10 atau organ insangnya telah sempurna, seragam atau rata, tubuh benih dan usus terlihat jelas, berenang melawan arus.
Sebelum benuh di tebar terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi terhadap suhu dengan cara mengapungkan kantong yang berisi benuh ditambak dan menyiram dengan perlahan-lahan. Sedangkan aklimatisasi terhadap salinitas dilakukan dengan membuka kantong dan diberi sedikit demi sedikit air tambak selama 15-20 menit. Selanjutnya kantong benur dimiringkan dan perlahan-lahan benur vannamei akan keluar dengan sendirinya. Penebaran benur vannamei dilakukan pada saat siang hari.
Padat penebaran untuk pola tradisional tanpa pakan tambahan dan hanya mengandalkan pupuk susulan 10% dari pupuk awal adalah 1-7 ekor/m². Sedangkan apabila menggunakan pakan tambahan pada bulan ke dua pemeliharaan, maka disarankan dengan padat tebar 8-10 ekor/m².
PEMELIHARAAN
Selama pemeliharaan, dilakukan monitoring kualitas air meliputi : suhu, salinitas, transparasi, pH dan kedalaman air dan oksigen setiap hari. Selain itu, juga dilakukan pemberian pemupukan urea dan TPS susulan setiap 1 minggu sebanyak 5-10% dari pupuk awal. (urea 150kg/ha) dan hasil fermentasi probiotik yang diberikan seminggu sekali guna menjaga kestabilan plangton dalam tambak. Pengapuran susulan dengan dolomit super dilakukan apabila pH berfluktuasi. Pakan diberikan pada hari ke-70 dimana pada saat itu dukungan pakan alami (plangton) sudah berkurang atau pertumbuhan udang mulai lambat. Dosis pakan yang di berikan 5-2% dari biomassa udang dengan frekuensi pemberian 3kali /hari yakni 30% pada jam 7.00 dan 16.00 serta 40% pada jam 22.00.Pergantian air yang pertama kali dilakukan setelah udang berumur >60 hari dengan volume pergantian 10% dari volume total, sedangkan pada bukan berikutnya hingga panen, volume pergantian air ditingkatkan mencapai 15-20% pada setiap periode pasang. Sebelum umur pemeliharaan mencapai 60 hari hanya dilakukan penambahan air sebanyak yang hilang akibat penguapan atau rembesan. Kualitas air yang layak untuk pembesaran vannamei adalah salinitas optimal 10-25 ppt (toleransi 50 ppt), suhu 28-31°C, oksigen >4ppm, amoniak
PANEN
Panen harus mempertimbangkan aspek harga, pertumbuhan dan kesehatan udang. Panen dilakukan setelah umur pemeliharaan 100-110 hari. Perlakukan sebelum panen adalah pemberian kapur dolomit sebanyak 80 kg/ha (tinggi air tambak 1m), dan mempertahankan ketinggian air (tidak ada pergantian air) selama 2-4 hari yang bertujuan agar udang tidak mengalami molting (ganti kulit) pada saat panen. Selain itu disiapkan peralatan panen berupa keranjang panen, jaring yang dipasang di puntu air, jala lempar, stiroform, ember, baskom, dan lampu penerangan dilakukan dengan menurunkan volume air secara gravitasi dan di bantu pengeringan dengan pompa.
Bersamaan dengan aktifitas tersebut juga dilakukan penangkapan udang dengan jala. Sebaiknya panen dilakukan pada malam hari yang bertujuan untuk mengurangi resiko kerusakan mutu udang, karena udang hasil panen sangat peka terhadap sinar matahari. Udang hasil tangkapan juga harus di cuci kemudian direndam es, selanjutnya dibawa ke cold storage. Dengan pola tradisional plus produksi udang vannamei 835-1050 kg/ha/musim tanam dengan sintasan 60-96%, ukuran panen antara 55-65 ekor/kg.
(sumber: kkp)
Available link for download
Wednesday, October 5, 2016
Cara Budidaya Ternak Burung Kenari Yang Baik dan Benar
Cara Budidaya Ternak Burung Kenari Yang Baik dan Benar
Cara Budidaya Ternak Burung Kenari memang gampang-gampang susah kita harus lebih teliti dan jeli ketika akan budidaya ternak burung kenari ini, kita harus memilih bibit yang bagus dan tempat atau lahan yang cukup besar, perhatikan juga lingkungannya karena burung kenari sangat sensitif sekali pada lingkungan yang kotor.
Bagi anda yang tidak tahu bagaimana cara ternak budidaya burung kenari
Available link for download
